Senin, 08 Juli 2013

Kakawin Arjuna
Kakawin Arjuna Wiwaha merupakan kakawin yang didalamnya mengisahkan bahwa ada seorang Raksasa yang sangat sakti yang bernama Niwatakawaca, raksasa itu telah mempersiapkan diri untuk menyerang Surga, karena Raksasa tersebut tidak dapat dikalahkan oleh Dewa manapun, akhirnya Dewa Indra mengutus bantuan dari seorang manusia untuk menghadapi kesaktian Raksasa itu, orang tersebut adalah Arjuna, arjuna pada saat itu sedang bertapa di Gunung Indrakila, untuk dapat meyakinkan kekuatan arjuna meka Dewa indra mengutus dua bidadari untuk menguji tapa Arjuna bidadari itu adalah Suprabha dan Tilotama yang sangat cantik-cantik, namun usaha tersebut gagal karena Arjuna tidak berhasil di goda oleh mereka berdua. Lalu Dewa indra turun ke bumi dengan wujud seorang Tua Bijak menemui Arjuna, karena Dewa indra masih menyangsikan tujuan dari arjuna bertapa adalah seolah-olah untuk memperoleh ekuasaan dan kebahagiaan diri sendiri, maka Dewa indra dalam wujud Orang tua bijak menanyakan tujuan dari pada arjuna melakukan Tapa tersebut, ternyata merupakan salah satu tujuan yag sangat mulia, dan indra pun mengatakan siapa sebenarnya orang tua bijak tersebut adalah penyamara Dari Indra.
Raja para Raksasa sudah mendengar bagaimana keadaan di Gunung Indrakila, akhirnya mengutus seorang Raksasa untuk menggangu tapa dari Arjuna, dengan wujud seekor babi hutan digunung Indrakila babi itu membuat kakacauan dan akhirnya Arjuna bangun dan keluar dari gua dengan senjata panah, pada saat yang bersamaan Dewa siwa ada disana dengan wujud seorang pemburu dari salah satu sukuterasing, yaitu orang-orang kirata, panah arjuna dengan pemburu tersebut dengan bersamaan mengenai babi tersebut, sehingga terjadi perselisihan antara pamburu tersebut dengan pemburu yaitu memperebutkan siapa yang mengenai babi tersebut, sampai akhirnya Dewa Siwa menunjukkan Wujd aslinya yang berwujud Ardanariswara yaitu dewa yang setengah laki dan setengah perempuan diatas bunga teratai. Arjuna pun bersujud dan minta pengampunan dari beliau. Dan akhirnya Arjuna di anugrahi sebuah panah yang disebut Pasupati.
Setelah dewa siwa pergi, kemudian datanglah dua apsara yaitu “makhluk yang berwujud setengah dewa setengah manusia”, yang membawa sepucuk surat utusan dari dewa indra yang isinya adalah agar arjuna bersedia membantu dewa indra untuk bisa mengalahkan Niwatakawaca. Istana dewa indra arjuna beserta Para dewa membincang bagaimana cara mengalahkan Raksasa itu, karena Raksasa tersebut dapat dikalahkan apabila dapat mengetahui kelemahannya, dan akhirnya di utuslah dewi Suprabha untuk turun kebumi dijadikan sebagai umpan, karena suprabha sudah di incar-incar oleh Niwatakawaca, dlm perjalanan ke istana Raja Raksasa supraba ditemani oleh arjuna, mereka masuk keistana Raja namun Arjuna tidak menampakkan diri, Supraba disambut dengan gembira oleh raja Raksas tersebut dengan penuh nafsu birahi Niwatakawaca memaksa supraba untuk mau melayani nafsunya, namun dengan manisnya Rayuan supraba akhirnya diketahui kelemahan dari raja tersebut yaitu terletak pada ujung lidahnya. Arjuna mendengarnya dan langsung menampakkan dirai dari persembunyianyan dan membuat kegaduhan, akhirnya terjadilah pertempuran disana antar pasukan Para Deawa dan Raksasa, pada akhir pertempuran tersebut arjuna berhasil membunuh Raja raksasa tersebut dengan panah yang di anugrahi oleh Dewa siwa, dengan mengenai mulut raja Raksasa tersebut sampai menembus ujung lidahnya. Arjuna mendapat kan hadiah dari keberasilannya tersebut dengan mendapatkan hadiah tujuh bidadari sebagai istri, yaitu Supraba, tilotama dan lima bidadari lainnya.
Demikianlah cerita singakat dari cerita Arjuna Wiwaha apabila kita Hubungkan dengan ajaran agama Hindu arjuna di lambangkan kesatria yang bertapa demi mencapai tujuan dalam menaklukan musuh begitu juga di dalam kita menuntut ilmu pengetahuan hendaknya kita bisa menaklukan godaan .

Tidak ada komentar: